Jumat, 11 Maret 2011

BAB 4 MANUSIA DAN CINTA KASIH

A. Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta cinta adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya. Pengertian cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunyA manajemen cinta; Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang.

Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu :

1. Keterikatan (Cinta Setia)
2. Keintiman (Cinta Saudara)

3. Kemesraan (Cinta Rayuan)

Cinta tingkat rendah adalah cinta yang paling keji , hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan, bentuknya beraneka ragam misalnya :

1. Cinta kepada thagut (syetan), selain Allah, dalam surat Al Baqarah: orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah.
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu.
3. Cinta lebih mengutamakan kecintaan kepada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.

B. Cinta Menurut Ajaran Agama

1. Cinta Diri (QS. Al Adiyat, 100:8, QS. Fushilat, 41:49).
2. Cinta
Kepada Sesama Manusia
3. Cinta Seksual (QS. Ar Rum, 30:21)
4. Cinta Kebapakan (QS. Maryam, 19:4-6, QS. Yusuf 12:84, QS. Hud, 11:45)
5. Cinta Kepada Allah (QS. Al Imran, 3:31)
6. Cinta Kepada Rasul.

C. Kasih Sayang

Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:

1. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat pasif. Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral, materil dengan sebanyak-banyaknya, dan Anak menerima saja.

2. Orang tua bersifat pasif, Anak bersifat aktif. Dalam hal ini Anak memberikan kasih sayang kepada orang tuanya, sedangkan orang tuanya tidak memberikan perhatian apa-apa yang diperbuat Si Anak.

3. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat pasif. Masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri tanpa saling memperhatikan.

4. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat aktif.Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya.

D.Kemesraan.
Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.

E.Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama masing-masing, kepercayaan, kondisi, dan situasi.

F. Belas Kasihan
1. Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan.
2. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu, bapak, saudara dan yang ketiga
3. Cinta Amor ialah antara pria dan wanita. Disamping itu ada cinta lagi, yaitu terhadap sesama yang merupakan perpaduan antara cinta Agape dan Philia. Jadi kata “Rahmah” bersimpati kepada nasib keadaan yang diderita orang lain.

G. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih sering kali dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, dalam cinta kasih terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan.

Jumat, 04 Maret 2011

PERAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN

UNIVERSITAS GUNADARMA
TUGAS MAKALAH


Peran Kebudayaan dalam Membentuk Kepribadian

Nama : Arqie Turama Putra

Kelas : 4 KA 28

NPM : 17110294

Dosen : Muhammad Burhan Amin

Universitas Gunadarma

2011


SURAT PERNYATAAN


Saya yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : Arqie Turama Putra

Kelas : 4 KA 28

NPM : 17110294

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini saya buat
sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain. Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi dari mata kuliah yang bersangkutan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan penuh dengan kesadaran.

Bekasi, Maret 2011



( Arqie Turama Putra )

2

DAFTAR ISI

JUDUL ……………………………………………………………………………………… 1
SURAT PERNYATAAN ………………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………. 3
BAB 1 PENDAHULUAN …………………………………………………………………. 4

1.1 LATAR BELAKANG …………………………………………………………. 4

1.2 TUJUAN ……………………………………………………………………….. 5

1.3 SASARAN ……………………………………………………………………… 5

BAB 2 PERMASALAHAN………………………………………………………………... 6

2.1 STRENGTH (KEKUATAN) ………………………………………………….. 6

2.2 WEAKNESS (KELEMAHAN) ……………………………………………….. 6

2.3 OPPORTUNITIES (PELUANG) ……………………………………………... 7

2.3 THREAT (TANTANGAN) …………………………………………………… 7

BAB 3 PENUTUP…………………………………………………………………………. 8

3.1 KESIMPULAN ……………………….……………………………………….. 8

3.2 REKOMENDASI………………………………………………………………. 8

3.3 REFERENSI …………………………………………………………………… 9


3


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Kebudayaan adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Para ahli sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari.

Kebudayaan selalu bersifat tertib, indah berfaedah, luhur, memberi rasa damai, senang, bahagia, dan sebagainya. Tokoh Nasional Ki Hajar Dewantara mendefinisikan kebudayaan sebagai kemenangan atau hasil perjuangan hidup, yakni perjuangannya terhadap 2 kekuatan yang kuat dan abadi, alam dan zaman. Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yang abadi, tetapi terus menerus berganti-gantinya alam dan zaman.

Merambahnya budaya asing ke Indonesia melalui sarana multi media massa (elektronik, cetak) serta media dunia maya (internet) sangat mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia. Dampak yang ditimbulkan ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Jika kebudayaan asing yang bersifat negatif memasuki sendi-sendi kehidupan bangsa, terutama para generasi muda tanpa diimbangi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dikhawatirkan Bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri sebagai bangsa. betapa pentingnya kita mencintai budaya ini dan mempertahankannya di tengah ancaman budaya barat.


4

  1. Tujuan

Dalam makalah yang saya buat ini diharapkan dapat menambah wawasan saya dan pembaca untuk dapat menentukan kepribadian yang baik dalam ruang lingkup budaya di sekitar kita.

Adapun tujuan makalah ini adalah mengetahui peran budaya dalam pembentukan kepribadian yang baik, mengetahui berbagai macam masalah tentang kebudayaan, mengetahui cara mengatasi permasalahan mengenai kebudayaan, serta dapat menambah wawasan tentang kebudayaan Indonesia dan menumbuhkan jiwa nasionalisme yang tinggi.


  1. Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai untuk seluruh masyarakat luas di tanah air Indonesia tentang kebudayaan yang menjadi salah satu faktor dalam membangun kepribadian seseorang. Dikarenakan masyarakat sekarang di kalangan anak kecil, remaja dewasa, maupun orang tua sekarang kurang memperhatikan kebudayaan timur yang menjunjung tinggi nilai kesopan santunan dalam sehari – hari, dimana kebudayaan timur sudah tergerus oleh desakan budaya barat. Mereka lebih tertarik kepada kebudayaan Barat yang terkesan Glamor dan kurang sopan santun.

5

BAB II

PERMASALAHAN

Analisis permasalahan peran kebudayaan dalam membentuk kepribadian dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari sisi :

1. Kekuatan (Strength)

a. Kekayaan budaya Indonesia.

b. Adanya Kekayaan nilai budaya bangsa.

c. Adanya suatu Pedoman Etika Kehidupan Berbangsa.

d. Pengamanan dalam kemajuan teknologi semakin baik.

e. Penerapan pembelajaran kebudayaan yang baik sudah banyak dilaksanakan.

2. Kelemahan (Weakness)

a. Kurangnya nilai suatu jati diri dan nilai-nilai suatu solidaritas.

b. Minimnya komunikasi budaya, Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antar suku yang akan berdampak polemik dan ketahanan budaya bangsa.

c. Kurangnya kesadaran masyarakat, Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya daerah sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya daerah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya daerah juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan kita mau menjunjung tinggi kebudayaan kita.

d. Kurangnya pembelajaran budaya, Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya daerah. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya daerah dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

6

3. Peluang (Opportunity)

a. Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya daerah agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya daerah sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh dan dapat menghindari konflik kepentingan terutama SARA.

b. Kemajuan pariwisata, Budaya daerah Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan budaya yang mungkin terjadi.

4. Tantangan / Hambatan (Threats)

a. Kemajuan Teknologi

b. Masuknya Budaya Asing

c. Perubahan Lingkungan

d. Masih Ada Pembangunan yang Tidak Merata

7

BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1. Kesimpulan

a. Kepribadian seseorang akan terbentuk melalui lingkungan disekitar.

b. Jika budaya yang kita terapkan kurang baik maka generasi muda yang akan datang akan mengikuti kebudayaan yang kurang baik itu.

c. Kebudayaan dapat menciptakan keselarasan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

2. Rekomendasi

a. Pendorongan atas perkembangan kebudayaan bangsa yang telah dimiliki

b. Kecintaan atas apa terhadap kebudayaan bangsa kita sendiri.

c. Mengusahakan agar semua orang mampu menerapkan budaya ketimuran yang baik.

d. Berusaha menghidupkan kembali semangat toleransi, kekeluargaan, keramah-tamahan

dan solidaritas yang tinggi.

e. Dapat mengembangkan budaya timur dalam kehidupan sehari-hari.

f. Menjaga kebudaya timur agar tidak salah arah dalam menatap kehidupan.

8

Referensi

1. www.communitygunadarma.com

2. www.wikipedia.org

3. www.google.com

4. http://peran-kebudayaan-membentuk-kepribadian.html




Kamis, 03 Maret 2011

BAB 3 KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTERAAN

A. Pendekatan Kesusasteraan

Sastra lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga menggunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

B. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa

Dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal jenis Prosa Lama dan Prosa Baru.

o Prosa Lama meliputi :

1. Dongeng.

2. Hikayat.

3. Sejarah.

4. Epos.

5. Cerita Pelipur Lara.

o Prosa Baru meliputi :

1. Cerpen.

2. Novel.

3. Biografi.

4. Kisah

5. Otobiografi.

C. Nilai-nilai dalam prosa fiksi

Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :

1. Prosa fiksi memberikan kesenangan

Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut.

2. Prosa fiksi memberikan informasi

Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.

3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural

Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dan warisan budaya bangsa.

4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.

Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua:

1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya. Kebanyakan karya sastra Indonesia di zaman Jepang yang dikelompokkan ke dalam kelompok ini.

2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, akan tetapi untuk merenung.

D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari keseniaan, dan keseniaan cabang/unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka: Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

  1. Figura bahasa seperti gaya personifikasi (penjelmaan), metafora (kiasan), perbandingan, alegori (kiasaan), sehingga puisi menjadi segar dan menarik.
  2. Kata-kata yang ambiquitas , yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
  3. Kata-kata yang berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup.
  4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:

  1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia

Perekaman dan penyampaiaan pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas,. Dengan pengalaman perwakilan itu sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri tentang masyarakat. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

  1. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual

Dengan membaca puisi, mahasiswa dapat diajak untuk menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

3. Puisi dan Keinsyafan Sosial

Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:

o Penderitaan atas ketidakadilan;

o Perjuangan untuk kekuasaan;

o Konflik dengan sesamanya;

o Pemberontakan kepada hukum Tuhan.

Kamis, 24 Februari 2011

BAB 2 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dan Kebudayaan

Manusia terdiri dari 4 unsur :

  • Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
  • Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
  • Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.
  • Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.


Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung Tiga Unsur :

  • ID : yang merupakan kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak; ID merupakan libido murni.
  • EGO : merupakan bagian satu struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari ID. Sebagai kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energi ID dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain.
  • SUPER EGO : merupakan struktur kepribadian yang paling akhir. Muncul kira-kira umur 5 tahun. ID dan EGO berkembang secara internal dalam diri individu. SUPER EGO terbentuk dari lingkungan eksternal. SUPER EGO merupakan kesatuan standar-standar moral.

HAKEKAT MANUSIA

1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh;

2. Makhluk ciptaan Tuhan yan sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya, misalnya:

ü Perasaan Intelektual.

ü Perasaan Estetis

ü Perasaan Etis

ü Perasaan Diri

ü Perasaan Sosial

ü Perasaan Religius

3. Makhluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi;

4. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

PENGERTIAN BUDAYA


  • E.B. Taylor (1871) : kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan– kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  • Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi : merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
  • Sutan Takdir Alisyahbana : manifestasi dari cara berpikir.
  • Koentjaraningrat : keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya;
  • A.L. Krober dan C. Kluckhon : manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas- luasnya.
  • C.A. Van Peursen : mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam;
  • Krober dan Kluckhon : mendefinisikan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

  • Melville J. Herkovits : mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan adalah terdiri dari 4 unsur yaitu : alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik;
  • Bronislaw Malinowski : unsur kebudayaan terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan organisasi kekuatan;
  • C. Kluckhon : ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :

1. Sistem religi.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan.

3. Sistem pengetahuan.

4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi.

5. Sistem teknologi dan peralatan.

6. Bahasa.

7. Kesenian.


WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :

  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia;
  2. Kompleks aktivitas;
  3. Wujud sebagai benda.

ORIENTASI NILAI BUDAYA

Menurut C. Kluckhon dalam karyanya variations in value orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:

1. Hakekat hidup manusia: hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern. Ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula dengan pola-pola kelakuan tertentu.

2. Hakekat karya manusia: setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, untuk hidup, kedudukan/kehormatan, gerak hidup untuk menambah karya.

3. Hakekat waktu manusia: hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, orientasi masa lampau atau untuk masa kini.

4. Hakekat alam manusia: ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam, ada juga yang harus harmonis dengan alam atau manusia menyerah kepada alam.

5. Hakekat hubungan manusia: mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal (orientasi pada tokoh-tokoh). Ada pula berpandangan individualistis.

PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Terjadinya gerak perubahan kebudayaan ini disebabkan oleh :

  • Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya: perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  • Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

Berbagai Faktor Yang Mempengaruhi Diterima Atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru, Diantaranya :

  • Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut;
  • Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama;
  • Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru;
  • Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut;
  • Apabila unsur baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

Kaitan Manusia Dan Kebudayaan

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :

  • Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  • Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
  • Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.

Sabtu, 19 Februari 2011

1 TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

THE TRIANGEL OF SUCCES

SEGITIGA MENUJU SUKSES


Gambar diatas merupakan gambar segitiga menuju sukses, dimana segitiga tersebut terdiri dari 3 tujuan. Diantaranya adalah

  • Knowledge (pendidikan) : pendidikan sangat penting dalam membentuk suatu karakter seseorang, dengan adanya pendidikan ini kita bisa mengetahui intelektual seseorang.
  • Skil (kemampuan) : kemampuan ini terbentuk dengan adanya suatu pendidikan yang diajarkan baik formal atau non-formal.
  • Attitude (norma) : norma dapat terbentuk dari mulai diri sendiri, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Selain dari pada itu kunci menuju sukses bisa dicapai dengan cara melakukan ibadah kepada sang Khalik, diantaranya adalah

  • Base on Al-Kitab (kitab suci)
  • Ibadah
  • Akhlaq

Dalam materi IBD, merupakan mata kuliah yang membicarakan tentang :

  • Nilai-nilai kehidupan / norma-norma
  • Kebudayaan
  • Berbagai macam masalah yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah materi IBD didapatkan oleh Mahasiswa, maka diharapkan bisa terpacu dalam hal meraih kesuksesan dan dapat memperlihatkan sebagai berikut :

1. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan diluar lingkungannya.

2. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.

3. Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.

4. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasakan sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.

Latar belakang IBD dalam kontek budaya dan masyarakat Indonesia, sebagai berikut :

  • Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman dan tidak bisa lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan dan kedaerahan.
  • Proses pembangunan yang sedang berlangsung menimbulkan perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga mental manusia pun terkena pengaruhnya.
  • Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia.

IBD sebagai kuliah dasar umum, secara khusus bertujuan menghasilkan warga negara yang berkualitas sebagai berikut :

  • Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya pengalaman nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  • Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
  • Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik kebudayaan maupun pertahanan keamanan.
  • Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan masyarakat dan secara bersama–sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama–sama berperan serta di dalam pelestariannya.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep–konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah–masalah manusia dan kebudayaan.

Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukan bahwa Ilmu Pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar :

  1. Ilmu–ilmu Alamiah (Natural Science): bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat di alam semesta. Kajian menggunakan metode ilmiah, dapat 100% benar dan 100% salah. Contoh: Astronomi, Fisika, Kimia, Biologi, Kedokteran dan Menkanika.
  2. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science): bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Kajian menggunakan metode ilmiah, hasilnya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Contoh: Ilmu Ekonomi, Sosiologi, Politik, Demografi, Psikologi, Antropolgi Sosial, Sosiologi Hukum, dan sebagainya.
  3. Pengetahuan Budaya (The Humanities): bertujuan untuk memamhami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

  • Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
  • Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan–persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  • Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing–masing, tidak jatuh kedalam sifat–sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
  • Menguasai wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Dua masalah pokok adalah :

  • Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
  • Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :

  • Manusia dan Cinta Kasih, Manusia dan Keindahan.
  • Manusia dan Penderitaan, Manusia dan Keadilan.
  • Manusia dan Pandangan Hidup, Manusia dan Tanggungjawab.
  • Manusia dan Kegelisahan, Manusia dan Harapan.